Hikmah Ramadhan 25 : Hikmah al-qur’an – Keseimbangan di dalam Al-Qur’an bag. 1

penulis Hikmah Ramadhan

Bismillahirrahmanirrahim,

 Abdurrazaq Nawfal, dalam Al-Ijaz Al-Adabiy li Al-Qur’an Al-Karim yang terdiri dari tiga jilid, mengemukakan sekian banyak contoh tentang Keajaiban di dalam Al quran, yang dapat kita simpulkan secara sangat singkat sebagai berikut :

Keseimbangan kata atau kalimat di dalamnya

  1. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan antonimnya.
    * Al-hayah (hidup) dan al-mawt (mati), masing-masing sebanyak 145 kali;
    * Al-naf’ (manfaat) dan al-madharrah (mudarat), masing-masing sebanyak 50 kali;
    * Al-har (panas) dan al-bard (dingin), masing-masing 4 kali;
    * Al-shalihat (kebajikan) dan al-sayyi’at (keburukan), masing-masing 167 kali;
    * Al-Thumaninah (kelapangan/ketenangan) dan al-dhiq (kesempitan/kekesalan), masing-masing 13 kali;
    * Al-rahbah (cemas/takut) dan al-raghbah (harap/ingin), masing-masing 8 kali;
    * Al-kufr (kekufuran) dan al-iman (iman) dalam bentuk definite, masing-masing 17 kali;
    * Kufr (kekufuran) dan iman (iman) dalam bentuk indifinite, masing-masing 8 kali;
    * Al-shayf (musim panas) dan al-syita’ (musim dingin), masing-masing 1 kali.
  2. Keseimbangan jumlah bilangan kata dengan sinonimnya/makna yang dikandungnya.
    * Al-harts dan al-zira’ah (membajak/bertani), masing-masing 14 kali;
    * Al-‘ushb dan al-dhurur (membanggakan diri/angkuh), masing-masing 27 kali;
    * Al-dhallun dan al-mawta (orang sesat/mati [jiwanya]), masing-masing 17 kali;
    * Al-Qur’an, al-wahyu dan Al-Islam (Al-Quran, wahyu dan Islam), masing-masing 70 kali;
    * Al-aql dan al-nur (akal dan cahaya), masing-masing 49 kali;
    * Al-jahr dan al-‘alaniyah (nyata), masing-masing 16 kali.
  3. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan jumlah kata yang menunjuk kepada akibatnya.
    * Al-infaq (infak) dengan al-ridha (kerelaan), masing-masing 73 kali;
    * Al-bukhl (kekikiran) dengan al-hasarah (penyesalan), masing-masing 12 kali;
    * Al-kafirun (orang-orang kafir) dengan al-nar/al-ahraq (neraka/ pembakaran), masing-masing 154 kali;
    * Al-zakah (zakat/penyucian) dengan al-barakat (kebajikan yang banyak), masing-masing 32 kali;
    * Al-fahisyah (kekejian) dengan al-ghadhb (murka), masing-masing 26 kali.
  4. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan kata penyebabnya.
    * Al-israf (pemborosan) dengan al-sur’ah (ketergesa-gesaan), masing-masing 23 kali;
    * Al-maw’izhah (nasihat/petuah) dengan al-lisan (lidah), masing-masing 25 kali;
    * Al-asra (tawanan) dengan al-harb (perang), masing-masing 6 kali;
    * Al-salam (kedamaian) dengan al-thayyibat (kebajikan), masing-masing 60 kali.

(Bersambung)

Wallahu A’lam bish-Showab